Selasa, 19 Juni 2012

Cerita Ramayana Dalam Sendra Tari Ramayana


CERITA RAMAYANA

INTRUDUKSI

Negeri Mantilli yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Janaka mempunyai putri cantik jelita bernama Dewi Shinta. Untuk menentukan calon suami, diadakan suatu sayembara. Akhirnya sayembara tersebut dimenangkan oleh Putra Mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Raden Wijaya. Prabu Rahwana Raja Alengkadiraja sangat menginginkan memperistri Dewi Widowati. Setelah melihat Dewi Shinta, Rahwana menganggap bahwa Shinta adalah titisan Dewi Widowati yang selama ini dicari-cari.

PASEWAKAN ALENGKA

Rahwana di pendapa kerajaan Alengka mengadakan pasewakan Agung yang dihadiri oleh Kumbakarno, Indrajid, dan Patih Prahasta, serta rakyat. Mereka menanti titah dari Raja Alengka. Namun tiba-tiba datanglah Sarpakenaka adik Rahwana Raja. Ia menangis minta pertolongan karena diperdaya oleh satria di hutan Dandaka, dan melaporkan bahwasana ada wanita cantik bersama satria tersebut. Mendengar laporan itu, Rahwana marah, dipanggilnya Kalamarica untuk ikut bersamanya membunuh serta mencari wanita yang dimaksud.

HUTAN DANDAKA

Rama Wijaya Putra Mahkota Kerajaan Ayodya bersama Shinta istrinya dan disertai Leksmana adiknya, sedang dalam pengembaraan sampai di hutan Dandaka. Rahwana melihat Shinta timbul niat untuk memiliki, maka dicarilah akal yaitu dengan mengubah seorang pengikutnya yang bernama Marica menjadi seekor Kijang Kencanauntuk menggoda. Melihat keelokan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama berusaha untuk mengejar kijang tersebut dan meninggalkan Shinta bersama Leksmana. Shinta sangat cemas dikarenakan Rama lama belum kembali. Shinta menyuruh Leksmana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Shinta, Leksmana melingkarinya dengan lingkaran magis untuk menjaga keselamatan Shinta. Rahwana yang telah mengetahui Shinta telah ditinggal seorang diri berusaha untuk menculiknya, akan tetapi maksud tersebut gagal karena lingakaran magis yang dibuat Leksmana. Rahwana mencari akal dengan merubah dirinya menjadi Brahmana tua. Ketika Shinta mendekati untuk memberikan sedekah dan telah keluar dari lingkaran, maka ditariklah Shinta dan dibawa terbang ke Alengka.

RAMA MENGEJAR KIJANG

Dalam pengejaran akhirnya kijang dipanah Rama. Ternyata kijang tersbut berubah menjadi Raksasa Kalamarica, sehingga terjadilah perang dengan Rama. Marica akhirnya terpanah oleh Rama. Leksmana menyusul Rama, mengajak untuk segera menemui Shinta.

SHINTA HILANG

Perjalanan Rahwana membawa Shinta ke Alengka terhambat oleh seekor burung Garuda bernama Jatayu. Jatayu ingin menolong Shinta yang dikenalinya sebagai Putri Prabu Janaka sahabatnya, dalam peperangan tersebut Jatayu dapat dilumpuhkan Rahwana. Karena Rama dan Leksmana tidak menemui Shinta ditempat semula, maka dicarinya Shinta. Dalam perjalanannya bertemu dengan Jatayu dalam keadaan luka parah. Rama mengira Jatyau yang menculik Shinta. Jatayu akan dibunuh oleh Rama, namun dapat dicegah oleh Leksmana. Setelah Jatayu menceritakan keadaan yang sebenarnya maka Jatayu mati dengan iringan Rama dan Leksmana. Dalam kesedihannya datanglah seekor kera putih bernama Hanuman yang diutus pamannya Sugriwauntuk mencari dua orang satria yang dapat mengalahkan Subali. Sugriwa tidak dapat mengalahkan Subali kakaknya yang sangat sakti mandraguna yang telah merebut Dewi Tara kekasih Sugriwa. Akhirnya Rama membantu Sugriwa mengalahkan Subali.

GOA KISKENDA

Subali, Dewi Tara dan Anggada putranya sedang bercengkarama dikejutkan dengan tantangan Sugriwa sehingga peperangan tidak dapat dihindari. Berkat bantuan Rama, Sugriwa berhasil mengalahkan Subali, kemudian Sugriwa bertemu kembali dengan Dewi Tara karena jasa baik Rama, Sugriwa membantu Rama untuk mencari Dwi Shinta istrinya, untuk itu Hanuman diutus mencari dan menyelidiki Negeri Alengka.

TAMAN ARGOSOKO

Di dalam kerajaan Alengka, Trijata kemenakan Rahwana sedang menghibur Shinta. Tiba-tiba Rahwana datang untuk membujuk Shinta agar mau menjadi istrinya, namun bujuk rayu Rahwana ditolak, sehingga Rahwana bermaksud unruk membunuhnya, tetapi berhasil dicegah. Trijata meminta Rahwana untuk bersabar dan Trijata menyanggupi untuk menjaga Shinta. Di dalam kesedihannya, Shinta dikejutkan dengan tembang yang dibawakan oleh kera putih Hanuman. Setelah kehadirannya diketahui Shinta, segera Hanuman mengahdap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama.
Setelah selesai menghadap Shinta, Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Maka dirusaklah keindahan taman kerajaan. Akhirnya Hanuman tertangkap oleh Indrajit, putra Rahwana, kemudian dibawa menghadap Rahwana. Karena marahnya Hanuman akan dibunuh, tetapi dicegah oleh Kumbakarma, ia tidak setuju dengan tindakan kakaknya. Karena dianggap Kumbakarna menentang, maka diusirlah dari kerajaan Alengka. Akhirnya Hanuman dijatuhi hukuman dengan dibakar hidup-hidup, tetapi Hanuman bukannya mati, bahkan dengan api tersebut Hanuman membakar kerajaan Alengka, setelah itu ia kembali mengahdap Rama.

RAMA TAMBAK

Setelah mengutus Hanuman, Rama Wijaya beserta kera-kera berangkat untuk membendung samudra sebagai jalan menuju Alengka. Selesai membendung, datanglah Hanuman melaporkan tentang keadaan serta kekuatan bala tentara Alengka. Mendapat laporan Hanuman, Rama Wijaya merasa gembira dan diutuslah Hanuman, Anggodo, Anila dan Jembawana untuk memimpin prajurit menyerang Alengka.



PERANG BRUBUH

Bala tentara sedang berjaga-jaga di tepi batas kerajaan, tiba-tiba diserang prajurit kera, maka terjadilah perang campuh yang sangat ramai. Kumbakarna bertindak sebagai senopati menghadapi Rama Wijaya. Dalam peperangan tersebut Indrajid dan Kumbakarna gugur di palagan. Rahwana gugur terkena panah pusaka Rama dan dihimpit Gunung Sumawan yang dibawa Hanuman.

PERTEMUAN RAMA DAN SHINTA

Setelah Rahwana mati, dengan diahntar Hanuman, Shinta menghadap Rama. Tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama berada di Alengka. Maka Rama minta bukti kepada Shinta untuk membuktikan kesuciannya, dengan sukarela Shinta bakar diri. Karena kebenarannya, kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api , Shinta selamat dari api. Setelah terbukti kesuciannya, Rama menerima kembali Shinta dengan perasaaan haru dan bahagia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar