Selasa, 15 Mei 2012

Contoh Karya Tulis


PENGARUH POLA BELAJAR TERHADAP
NILAI-NILAI SISWA KELAS IXD
SMP NEGERI 2 PEJAGOAN
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Karya Tulis
Disusun sebagai syarat mengikuti
ujian praktik Bahasa Indonesia
Tahun Pelajaran
2011/2012
Disusun oleh :
1.        Dayu Sulismiati Putri     ( 2931 )
2.        Gigih Setiawan                ( 2935 )
3.        Monika Puji Lestari       ( 2942 )
4.        Sri Pamujiati                   ( 2953 )
5.        Uut Haryanti                   ( 2955 )
6.        Misbahus Sudur             ( 2962 )
7.        Nur Arifin                       ( 2964 )
8.        Riski Dwi Sapta N.         ( 2938 )

PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMP NEGERI 2 PEJAGOAN
2012
ABSTRAK
Belajar merupakan proses meningkatkan daya kesuksesan. Belajar dapat di lakukan dengan cara berkelompok untuk memecahkan masalah sehingga dapat diuraikan. Tujuan belajar untuk meningkatkan motivasi dan wawasan dalam memperoleh nilai yang maksimal. Namun, ada juga masalah yang berkaitan dengan kebiasaan siswa, siswa biasanya lebih mementingkan bermain dari pada belajar, sehingga banyak waktu yang terbuang hanya untuk bermain, misalnya : HP, game, dan alat teknologi yang lain.
Subjek penelitian adalah siswa kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan dengan jumlah 40 siswa, yang terdiri atas 22 siswa putri dan 18 siswa putra. Teknik yang di gunakan adalah dokumentasi dan angket. Dokumentasi untuk mengetahui prestasi siswa melalui nilai TUC I. Angket untuk menentukan pengaruh pola belajar siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan penulis. Observasi untuk mengetahui intensitas pola belajar siswa Kelas IXD.
Dengan hasil ini pengaruh pola belajar terhadap nilai Kelas IXD dengan intensitas tinggi tidak selalu rendah dan intensitas rendah tidak selalu mempunyai prestasi yang dalam kategori tinggi. Itu di buktikan dari hasil penelitian penulis, yaitu pola belajar dalam kategori sedang yang paling mendominasi dengan jumlah 10 anak dan dengan prestasi 25%.
Jadi, dapat di simpulkan bahwa, tidak ada pengaruh signifikan antara pola belajar terhadap nilai siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan. Hal ini, disebabkan karena, kemampuan belajar siswa berbed-beda misalnya, minat, kondisi, mental, dan fisik.
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh Yang Maha Kuasa, atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Pengaruh Pola Belajar Terhadap Nilai-Nilai Siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan Tahun Pelajaran 2011/2012 ”.
Karya tulis dapat diselesaikan dengan baik juga berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis berterima kasih kepada pihak-pihak berikut :
1.      Ibu Rianingsih, S. Pd., M. M., selaku  Kepala SMP Negeri 2 Pejagoan.
2.      Ibu Cahyanti Sri Wigunani, S. Pd., selaku Pembimbing dan Guru Pengampu Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, yang telah memberikan dorongan dan kemudahan dalam penelitian.
3.      Para guru beserta staf dan karyawan SMP Negeri 2 Pejagoan.
4.      Siswa-siswi SMP Negeri 2 Pejagoan, khususnya Kelas IXD.
Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam karya tulis ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.
Terlepas dari kekurangan dalam karya tulis ini penulis tetap berharap karya tulis ini bermanfaat bagi berbagai pihak.

Pejagoan,    Februari 2012  


MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
1.      Dimana ada kemauan di situ ada jalan.
2.      Pengalaman adalah guru yang terbaik.

PERESEMBAHAN
Karya Tulis ini kami persembahkan untuk :
1.      Ayah dan Ibunda tercinta.
2.      Ibu Rianingsih, S. Pd., M. M., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pejagoan.













DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................     i
ABSTRAK ........................................................................................................    ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................   iii
MOTO DAN PERSEMBAHAN ......................................................................   iv
DAFTAR ISI .....................................................................................................    v

BAB I      PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah ..............................................................    1
B.     Rumusan Masalah .......................................................................    3
C.     Tujuan Penelitian .........................................................................    3
D.    Manfaat Penelitian ......................................................................    3

BAB II    LANDASAN TEORITIS
A.    Pola Belajar .................................................................................    4
B.     Pengertian Cara Belajar ...............................................................  12
C.     Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Cara Belajar ..........  13
D.    Pengaruh Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar .......................  14

BAB III   METODOLOGI PENELITIAN
A.    Teknik Pengambilan Data ...........................................................  16
B.     Teknik Pengolahan  Data ............................................................  19
BAB IV   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Penelitian ............................................................................  22
B.     Pembahasan .................................................................................  24

BAB V    PENUTUP
A.    Simpulan ......................................................................................  26
B.     Saran ............................................................................................  26

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................  27














BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Belajar merupakan proses meningkatkan daya pikir siswa untuk memperoleh kesuksesan. Belajar dapat di lakukan dengan cara berkelompok memecahkan masalah untuk di uraikan. Belajar sangat penting untuk memperoleh kesuksesan yang akan di capai. Belajar menjadi tujuan untuk menjadi motivasi memperoleh nilai yang maksimal dan meningkatkan pengetahuan yang luas guna belajar akan mendorong siswa untuk lebih giat. Tanpa belajar tentu saja akan membuat kita tidak mungkin bisa meraih kesuksesan di masa depan nanti. Karena dengan belajar dari sekarang kita dapat memikirkan hidup kita kedepannya seperti apa. Oleh karena itu belajar sangatlah penting.
Kebiasaan siswa sangatlah penting walaupun bagaimanapun siswa harus bisa membagi waktu antara bermain dan belajar. Siswa biasanya lebih mementingkan bermain dari pada belajar. Biasanya siswa malas untuk belajar karena bagi siswa bermain adalah untuk mengilangkan rasa jenuh dan bosan. Walaupun banyak bermain siswa harus menggunakan hal-hal yang positif. Kebanyakan siswa yang menggunakan belajar untuk bermain seperti : HP, game, yang sangat mengganggu belajar. Siswa biasanya bermain HP hingga larut malam, sehingga siswa tidak dapat belajar dengan baik. Siswa lebih banyak membuang waktu luangnya untuk bermain HP dari pada untuk belajar yang lebih penting. Karena itu banyak siswa yang sekarang bermalas-malasan belajar sehingga kebiasaan belajar siswa sekarang menurun.
Semakin canggihnya alat teknologi modern, yang dapat mempengaruhi kebiasaan belajar siswa. Alat modern yang sekarang semakin meningkat dan sudah tersebar di mana-mana termasuk di sekitar kita dapat dikatakan sebagai dampak negatif, karena sangat mempengaruhi tingkat belajar kita. Seperti halnya HP yang dapat digunakan untuk segala-galanya. Apa lagi sekarang HP mudah didapatkan, karena harganya murah. Dan dampak positifnya dengan alat teknologi sekarang yang semakin maju, kita dapat mengakses internet untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
            Namun kebanyakan anak sekarang menggunakan HP untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebenarnya itu sangat mempengaruhi kebiasaan belajar siswa, yang biasanya siswa rajin belajar dan sudah terbiasa belajar gara-gara mempunyai HP, belajarnya jadi terganggu dan akhirnya siswa tidak belajar materi yang diberikan oleh guru di sekolah melainkan belajar mengetik dan membaca sms di HP. Bahkan ada anak sekarang yang bermain HP  sembilan jam, entah itu buat sms-an ataupun buat internetan. Banyak juga sekarang anak SD sudah memegang HP, pada hal itu lebih berpengaruh terhadap nilai.
            Hal tersebut tentu saja memprihatinkan, itulah sebabnya penulis mengambil tema Pengaruh Pola Belajar Terhadap Nilai Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan Tahun Pelajaran 2011/2012 dalam karya tulis ini.


  1. Rumusan Masalah
Masalah dalam karya tulis ini di rumuskan bagaimanakah Pengaruh Pola Belajar Terhadap Nilai TUC I Kelas IXD  SMP Negeri 2 Pejagoan Tahun 2011/2012 ?

  1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pola Belajar Terhadap Nilai TUC I Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan Tahun 2011/2012 ?

  1. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak. Pihak-pihak yang diharapkan dapat memanfaatkan penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Bagi siswa, hasil penelitian ini memberi gambaran tentang pengaruh pola belajar terhadap nilai.
2.      Bagi orang tua, penelitian ini dapat memberikan motivasi untuk lebih memperhatikan putra-putrinya dalam belajar.
3.       Bagi guru, hasil penelitian ini menjadi masukan tentang keterkaitan pola belajar siswa agar menjadi lebih baik.





BAB II
LANDASAN TEORITIS

  1. Pola Belajar
Pola belajar adalah cara siswa melaksanakan suatu kegaiatan belajar yaitu bagaimana siswa mengatur dan melaksanakan kegaiatan-kegaiatan belajarnya. Pola belajar siswa menunjukan apakah siswa membuat perencanaan belajar, bagaimana mereka melaksanakan dan menilai kegiatan belajarnya.
Contoh-Contoh Pola Belajar :
Menentukan bagaimana cara-cara belajar yang baik bukanlah soal yang mudah. Di samping faktor yang ada di dalam diri orang itu sendiri, banyak pula faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri. Untuk menjawab pertanyaan “ Bagaimana Cara-Cara Belajar Yang Baik ? “, banyak eksperimen yang dilakukan oleh para ahli psikologi. Dari sekian banyak penelitian dan percobaan yang dilakukan, sekian banyak pula jawaban yang dikemukakan. Namun diantara jawaban-jawaban yang heterogen itu terdapat pula beberapa yang bersifat umum yang dapat kita pergunakan sebagai pegangan. Dr. Rudolf Pintner mengemukakan sepuluh macam metode didalam belajar, seperti berikut
a.      Metode Keseluruhan Kepada Bagian ( Whole to Part Method )
Di dalam mempelajari sesuatu kita harus memulai dahulu dari keseluruhan, kemudian baru mendetail kepada bagian-bagiannya. Misalnya kita akan mempelajrai sebuah buku. Mula-mula kita perhatikan lebih dahulu isi buku tersebut, urutan bab-babnya dan subbab masing-masing. Dari gambaran keseluruhan isi tersebut barulah kita mengarah kepada bagian-bagian atau bab-bab tertentu yang kita anggap penting atau yang merupakan inti pokok buku tersebut. Metode ini berasal dari pendapat psikologi Gestalt.
b.      Metode Keseluruhan Lawan Bagian ( Whole Versus Part Method )
Untuk bahan-bahan pelajaran yang skopnya tidak terlalu luas, tepat dipergunakan metode keseluruhan seperti menghafal syair, membaca buku, cerita pendek, mempelajari unit-unit pelajaran tertentu, dan sebagainya. Untuk bahan-bahan yang bersifat non verbal, seperti keterampilan, mengetik, menulis, dan sebagainya. Lebih tepat digunakan metode bagian.
c.       Metode Campuran, Antara Keseluruhan dan Bagian ( Mediating Method )
Metode ini baik digunakan bahan-bahan pelajaran yang skopnya luas, atau yang sukar-sukar, seperti misalnya tata buku, akunting, dan bahan kuliah lain pada umumnya.
d.      Metode Resitasi ( Recitation Method )
Resitasi dalam hal ini berarti mengulangi atau mengucapkan kembali        ( sesuatu ) yang telah dipelajari. Metode ini dapat digunakan untuk semua bahan pelajaran yang bersifat verbal maupun non verbal. Di dalam mata kuliah metodologi, pengajaran metode resitasi ini disebut “ Metode Pemberian Tugas “, yang berarti bahwa pemberian tugas itu bermaksud agar siswa diharuskan mengulangi pelajaran yang telah dipelajari atau diajarkan.

e.       Jangka Waktu Belajar ( Leght of Practice Periods )
Dari hasil-hasil eskperimen ternyata bahwa jangka waktu ( periode ) belajar yang produktif seperti menghafal, mengetik, mengerjakan soal hitungan, dan sebagainya adalah antara 20 – 30 menit. Jangka waktu yang lebih dari 30 menit untuk belajar yang benar-benar memerlukan konsentasi perhatian rekatif kurang tau tidak produktif. Jangka waktu tersebut di atas tidak berlaku bagi mata pelajaran yang memerlukan          “ pemanasan “, pada permulaan belajarnya seperti untuk belajar sejarah, geografi, ilmu, filsafat, dan sebagainya. Di samping itu, kita harus ingat pula bahwa besarnya minat yang ada pada diri seseorang terhadap suatu pelajaran dapat memperpanjang jangka waktu belajarnya sehingga memungkinkan lebih dari 30 menit. Bahkan pada orang dewasa dapat lebih lama lagi.    
f.       Pambagian Waktu Belajar  ( Distribution of Practice Periods )
Dari berbagai percobaan dapat dibuktikan, bahwa belajar yang terus-menerus dalam jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak efisien dan tidak efektif. Oleh karena itu, untuk belajar yang produktif diperlukan adanya pembagian waktu belajar. Dalam hal ini “ hukum jost “ tentang belajar, 30 menit 2 x sehari selama 6 hari lebih baik dan produktif dari pada sekali belajar selama 6 jam  ( 360 menit ) tanpa berhenti.                   ( Dr. Rudolf Pintner, http://wiklopedia.com ).
g.      Membatasi Kelupaan ( Counteract Forgetting )
Bahan pelajaran yang telah kita pelajari seringkali mudah dan lekas dilupakan. Maka untuk jangan sampai lekas lupa atau hilang sama sekali, dalam belajar perlu adanya “ ulangan ”  atau review pada waktu-waktu tetentu atau setelah / pada akhir suatu tahap pelajaran diselesaikan. Guna review atau ulangan ini ialah untuk meninjau kembali mengingatkan kembali bahan yang pernah dipelajari. Adanya review ini sangat penting, terutama bagi bahan pelajaran dan memaksa waktu beberapa semester untuk mempelajarinya.
h.       Menghafal ( Cramming )
Metode ini berguna terutama jika tujuannya untuk dapat menguasai serta mereproduksi kembali dengan cepat bahan-bahan pelajaran yang luas atau banyak dalam waktu yang relatif singkat seperti misalnya belajar untuk menghadapi ujian-ujian semester atau ujian akhir. Namun, metode ini sebenarnya kurang baik karena hasilnya lekas dilupakan lagi segera setelah ujian selesai.
i.        Kecepatan Belajar Dalam hubungannya Dengan Ingatan
Kita mengenal ungkapan  “ quick learning means quick forgetting “.      Di dalamnya terdapat korelasi negatif antara kecepatan memperoleh suatu pengetahuan dengan daya ingatan terhadap pengetahuan itu. Hasil-hasil eksperimen yang telah dilakukan tidak mempunyai culup bukti untuk menolak ataupun membenarkan generalisasi tersebut. Untuk bahan pelajaran yang kurang mempunyai arti, mungkin generalisasi itu tepat dan benar. Akan tetapi, untuk bahan-bahan pelajaran yang lain tidak dapat dipastikan kebenarannya.

j.        Retroactive Inhibition
Kita telah mengetahui dari berbagai teori belajar yang telah dibicarakan bahwa belajar merupakan suatu proses yang didalamnya terdapat assosiasi dan interrelasi antara berbagai pengalaman yang kemudian membentuk pola-pola pengertian atau pengetahuan yang terorganisasi di dalam diri kita. Assosiasi dan interrelasi itu terjadi karena hasil pengulangan-pengulangan yang teratur, karena adanya hubungan-hubungan berlanjut di dalam waktu dan ruang, karena intensitas, stimulus, mempunyai hubungan struktural yang logis, dan sebagainya.
Berbagai pengetahuannyang telah kita miliki itu, di dalam diri kita seolah-olah merupakan unit-unit yang selalu berkaitan satu sama lain, bahkan sering pula yang satu mendesak atau menghambat yang lain. Proses seperti ini di dalam psikologi disebut retroactive inhibition. Inhibition berarti larangan atau penolakan. Jadi, pada waktu terjadi proses reproduksi di dalam jiwa kita, atau dengan kata lain pada waktu terjadi proses berpikir, terjadi adanya penolakan atau penahanan dari suatu unit pengetahuan tertentu terhadap unit yang lain sehingga terjadi kesalahan dalam berpikir. Retroactive inhibition ini dapat terjadi baik pada pelajaran-pelajaran yang bersifat verbal seperti sejarah, bahasa, ilmu ekonomi, dan sebagainya, dapat pula terjadi dalam pelajaran-pelajaran non verbal seperti mengetik, bernain piano, menjahit, bermain tennis, dan sebagainya. Untuk menghindari jangan sampai terjadi retroactive inhibition tersebut, disarankan agar dalam belajar jangan mencampur aduk, dalam arti beberapa mata pelajaran dipelajari dalam suatu waktu sekaligus. Untuk itu diperlukan adanya jadwal atau time schedule dalam belajar yang harus di taati secara teratur. 
Macam-Macam Pola Belajar
1.      Visual ( Belajar Dengan Cara Melihat )
Lirikan ke atas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak/dititik beratkan pada peragaan/media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebuh suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.
Ciri-Ciri Gaya Visual :
§  Bicara agak cepat
§  Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
§  Tidak mudah terganggu oleh keributan
§  Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
§  Lebih suka membaca dari pada dibacakan
§  Pembaca cepat dan tekun
§  Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
§  Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
§  Lebih suka musik dari pada seni
§  Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering kali minta bantuan orang untuk mengulanginya
Stategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
§  Gunakan meteri visual seperti gambar-gmabar, diagram dan peta
§  Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting
§  Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi
§  Gunakan multi-media ( contohnya : komputer dan video )
§  Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar
2.      Auditori ( Belajar Dengan Cara Mendengar )
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang-sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga kealat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperti ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
§  Saat bekerja suka berbicara kepada diri sendiri
§  Penampilan rapi
§  Mudah terganggu oleh keributan
§  Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang di lihat
§  Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
§  Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
§  Biasanya ia pembicara yang fasih
§  Lebih pandai mengeja dengan keras dari pada menuliskannya
§  Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual
§  Berbicara dalam irama yang terpola
§  Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
§  Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi, baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga
§  Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras
§  Gunakan musik untuk mengajarkan anak
§  Diskusikan ide dengan anak secara verbal
§  Biarkan anak merekam materi pelajaran ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur

  1. Pengertian Cara Belajar
Cara belajar pada dasarnya merupakan satu cara atau strategi belajar yang di terapkan siswa, hal ini sesuai dengan pendapat The Liang Gie ( dalam http://wiklopedia.com ), yang mengemukakan bahwa “ Cara belajar adalah rangkaian kegiatan yang di laksanakan dalam usaha belajarnya “. Hamalik     ( dalam http://wiklopedia.com ), secara lebih jelas mengemukakan bahwa      “ Cara belajar adalah kegiatan-kagiatan yang di laksanakan sesuai dengan situasi belajarnya, misalnya kegiatan-kegiatan dalam mengikuti pelajaran, menghadapi ulangan / ujian dan sebagainya “.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat di tarik simpulan bahwa cara belajar siswa adalah kegiatan-kegiatan yang di laksanakan siswa pada situasi belajar tertentu, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan cerminan usaha belajar yang dilakukannya ( sumber : http://wiklopedia.com ).

  1. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Cara Belajar
Belajar dan cara belajar memiliki faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Belajar sebagai proses atau aktifitas yang disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal atau faktor-faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam maupun luar siswa tersebut.
Menurut Suryabrata ( dalam http://wiklopedia.com ) adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap cara belajar adalah :
a.       Faktor Dari Dalam Diri Siswa, meliputi :
1.      Faktor Psikis yaitu IQ, kemampuan belajar, motivasi belajar, sikap dan perasaan, minat dan kondisi akibat keadaan sosialkultural
2.      Faktor Psikologis di bedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Keadaan Tonus jasmani pada umumnya, hal tersebut melatarbelakangi aktivitas belajar, keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar.
2.      Keadaan Fungsi-fungsi fisiologis tertentu ( www.google.com )
b.      Faktor Dari Luar Dari Siswa, meliputi :
1.      Faktor Pengatur Belajar Mengajar Di Sekolah yaitu kurikulum pengajaran, disiplin sekolah, fasilitas belajar, serta pengelompokan siswa ( www.google.com ).
2.      Faktor-Faktor Sosial Di Sekolah yaitu sistem sekolah, status sosial siswa, dan interaksi guru dengan siswa.
3.      Faktor Situasional yaitu keadaan sosial ekonomis, keadaan waktu dan tempat, dan lingkungan.

  1. Pengaruh Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar
Cara belajar pada dasarnya merupakan suatu cara atau strategi belajar yang di terapkan siswa sebagai usaha belajarnya dalam rangka mencapai prestasi yang diinginkan. Penilaian baik buruknya usaha yang di lakukan akan tergambar dalam bentuk prestasi. Usaha dan belajar seorang akan terlihat dari prestasi yang diperoleh oleh siswa tersebut. Sehingga prestasi belajar yang baik pula. Sedangkan Slameto ( dalam http://wiklopedia.com ), berpendapat bahwa banyak siswa dan mahasiswa gagal atau tidak mendapat hasil yang baik dalam belajar karena tidak mengetahui cara-cara belajar yang efektif. Semakin baik siswa dalam mengetahui cara belajar yang baik maka akan baik pula prestasinya.
Pendapat lain juga dikemukakan oleh Hamalik ( dalam http://wiklopedia.co ), yang mengemukakan “ cara dan kebiasaan belajar yang tepat akan menentukan hasil yang memuskan, sebaliknya cara belajar yang buruk akan memberikan hasil yang kurang memuaskan ”.
Dengan demikian cara belajar yang baik nanti akan terasa bahwa setiap usaha belajar selalu memberikan hasil yang sangat memuaskan. Ilmu di pelajari dapat dikuasai sehingga ujian dapat dilakukan dengan berhasil.
  1. Manfaat Belajar
Dari definisi juga perintah yang diberikan kepada manusia untuk selalu belajar. Tentunya memiliki proses manfaat yang sangat baik bagi masa belajar pada dasarnya di lakukan untuk kebaikan manusia itu sendiri, sebab ada beberapa manfaat untuk selalu belajar sepanjang hidup.
Beberapa manfaat dari proses belajar di antaranya adalah sebagai berikut :
1.      Manusia akan selalu mendapatkan pengetahuan baru yang belum diketahui
2.      Adanya peningkatan kualitas hidup manusia yang mau selalu belajar sebagai contoh penemuan teknologi yang banyak digunakan manusia merupakan salah satu hasil yang diperoleh dari sebuah proses belajar
3.      Hasil belajar yang dimiliki seseorang bisa digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.










BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

  1. Teknik Pengambilan Data
Sebelum mengambil data penulis terlebih dahulu mengambil subjek. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa  Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan. Siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan berjumlah 40 siswa, yang terdiri atas 18 putra dan 22 putri. Subjek ini untuk mengetahui data siswa nilai TUC I Kelas IXD.
Beberapa teknik yang di gunakan penulis untuk memperoleh data adalah sebagai berikut :
1.      Pengamatan
Teknik yang di gunakan untuk mengetahui tingkat pola belajar. Penulis mengamati siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan tentang pola belajar.
Pengamatan yang di lakukan penulis adalah sebagai berikut :
1.      Tingkat kehadiran siswa di sekolah
a.       Tiap hari ( 100% )
b.      90 – 99 %
c.       Kurang dari 90%
2.      Kehadiran siswa masuk kelas
a.       Tepat waktu ( 100% )
b.      Kadang ( 90% )

3.      Pola belajar siswa dalam memperhatikan guru di sekolah
a.       80%  - 100% ( selalu memperhatikan )
b.      70% ( kadang memperhatikan )
c.       25% ( sering tidak memperhatikan )
4.      Tugas di sekolah
a.       100% ( yang tugas mengerjakan tepat waktu )
b.      100% ( tugas yang di kumpulkan )
c.       90% - 99% ( mengerjakan tugas )
d.      Kurang dari 90% dalam mengerjakan tugas
2.      Angket
Angket untuk mengetahui pola belajar terhadap nilai Kelas IXD. Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan adalah sebagai berikut :
1.      Apakah Anda belajar rutin ?
a.       Ya
b.      Tidak
2.      Apakah Anda mempunyai waktu khusus untuk belajar ?
a.       Ya
b.      Tidak
3.      Berapa lama Anda belajar ?
a.       < 1 jam
b.      > 1 jam
c.       > 2 jam

4.      Dalam keadaan apa Anda belajar ?
a.       Ramai
b.      Sepi
c.       Sambil menonton tv
5.      Apa saja yang Anda sering lakukan pada saat belajar ?
a.       Merangkum
b.      Hafalan
c.       Mengerjakan soal
6.      Siapa yang menemani Anda pada saat belajar ?
a.       Orang tua
b.      Teman
c.       Sendiri
7.      Apakah Anda mempunyai teman untuk belajar bersama ?
a.       Ya
b.      Tidak
8.      Berapa kali Anda belajar ?
a.       1
b.      2
c.       3
d.      Lebih dari 3



3.      Dokumentasi
Teknik ini digunakan untuk mengetahui nilai siswa Kelas IXD. Dokumen yang dimaksud berupa nilai TUC I.

  1. Teknik Pengolahan Data
1.      Dari Hasil Observasi yang di lakukan dapat di simpulkan dengan skor sebagai berikut :
a.       Skor 1 untuk opsi a
Skor 3 untuk opsi b
Skor 5 untuk skor c
b.      Skor 1 untuk opsi a
Skor 3 untuk opsi b
Skor 5 untuk opsi c
c.       Skor 1 untuk opsi a
Skor 3 untuk opsi b
Skor 5 untuk opsi c
d.      Skor 2 untuk opsi a
Skor 4 untuk opsi b
Skor 6 untuk opsi c
Skor 8 untuk opsi d


2.      Jawaban Setiap Sampel di beri skor pedoman pemberian skor pada angket adalah sebagai berikut :
1.      Skor 5 untuk opsi a
Skor 10 untuk opsi b
2.      Skor 10 untuk opsi a
Skor 5 untuk opsi b
3.      Skor 5 untuk opsi a
Skor 3 untuk opsi b
4.      Skor 6 untuk opsi a
Skor 8 untuk opsi b
Skor 4 untuk opsi c
5.      Skor 8 untuk opsi a
Skor 8 untuk opsi b
Skor 8 untuk opsi c
6.      Skor 10 untuk opsi a
Skor 6 untuk opsi b
Skor 5 untuk opsi c
7.      Skor 8 untuk opsi a
Skor 4 untuk opsi b
8.      Skor 3 untuk opsi a
Skor 5 untuk opsi b
Skor 8 untuk opsi c
Skor 10 untuk opsi d
Skor dari hasil observasi dan angket selanjutnya digabungkan. Jumlah skor ini digunakan untuk menentukan kategori pola belajar. Pedoman penentuan kategori pola belajar adalah sebagai berikut.
Pengelompokan pola belajar :
1.      Kategori nilai baik jumlah skor 98
2.      Kategori nilai cukup baik jumlah skor 60 – 77
3.      Kategori nilai kurang jumlah skor < 50
Nilai TUC I dari subjek selanjutnya digunakan untuk menentukan kategori pedoman penentuan kategori nilai adalah sebagai berikut :
a.       Kategori nilai sangat tinggi > 9,5
b.      Kategori nilai tinggi 8 – 9,5
c.       Kategori nilai sedang 7,0 – 8,9
d.      Kategori nilai rendah 6,0 – 6,9
e.       Kategori nilai sangat rendah < 6,0









BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil Penelitian
Dari metode dokumentasi penulis mendapatkan seluruh siswa dari Kelas IXD yang di jadikan sujek penelitian kemudian dari hasil angket yang di peroleh intensitas pengaruh pola belajar dari subjek penelitian.
Dari metode observasi dan angket penulis memperoleh berbagai data. Hasil data tersebut adalah sebagai berikut.
Data Hasil Penelitian Pola Belajar :
No
Nama
Skor
Kategori Pola Belajar
Rata-Rata TUC I
Kategori Nilai
1.
Ali Mustofa
48
Rendah
4.63
Rendah
2.
Finarni
48
Rendah
4.09
Rendah
3.
Heriyanto
53
Sedang
5.18
Sedang
4.
Karsiem
57
Tinggi
5.43
Sedang
5.
Mei Muji Yanti
58
Tinggi
5.10
Sedang
6.
Ngaeniyatul Farikhah
48
Rendah
5.09
Sedang
7.
Nurroh Oktafiyani
41
Rendah
4.79
Rendah
8.
Sulastri
53
Sedang
4.78
Sedang
9.
Andri Priyanto
48
Rendah
5.79
Sedang
10.
Narni
48
Rendah
5.63
Sedang
11.
Nur Wahyudin
53
Sedang
6.03
Tinggi
12.
Ahmad Wahyudi
35
Rendah
5.86
Sedan
13.
Andi Irawan
50
Sedang
5.75
Sedang
14.
M. Nur Wahib
55
Tinggi
5.39
Sedang
15.
Marifatul Khasanah
60
Tinggi
5.18
Sedang
16.
Restu Aji
59
Tinggi
5.63
Sedang
17.
Firdaus Umar
48
Rendah
5.71
Sedang
18.
M. Burhanudin
53
Sedang
5.60
Sedang
19
Nur Hayati
52
Sedang
4.79
Rendah
20.
Yeni Nurul Ardini
53
Sedang
5.36
Sedang
21.
Anjar Prayitno
55
Tinggi
4.55
Rendah
22.
Irfan Maulana
59
Tinggi
5.39
Sedang
23.
Marlina
48
Rendah
5.16
Sedang
24.
Nur Aldi Pratama
45
Rendah
5.61
Sedang
25.
Ana Nur Hasanah
43
Rendah
6.34
Tinggi
26.
Cholifah
60
Tinggi
5.28
Sedang
27.
Endah Novita Sari
48
Rendah
5.66
Sedang
28.
M. Zaenal Abidin
60
Tinggi
5.59
Sedang
29.
Novia Rizky Yanti
56
Tinggi
5.29
Sedang
30.
Siti Rohmatun
65
Tinggi
5.31
Sedang
31.
Isnaeni Hidayah
60
Tinggi
5.83
Sedang
32.
Nur Rohmah
50
Sedang
4.39
Rendah
33.
Dayu Sulismiati Putri
43
Rendah
4.89
Rendah
34.
Gigih Setiawan
43
Rendah
5.80
Sedang
35.
Monika Puji Lestari
58
Tinggi
4.39
Rendah
36.
Sri Pamujiati
51
Sedang
4.59
Rendah
37.
Uut Haryanti
48
Rendah
5.81
Sedang
38.
Misbahus Sudur
53
Sedang
5.89
Sedang
39.
Nur Arifin
43
Rendah
5.08
Sedang
40.
Rizky Dwi Sapta N.
62
Tinggi
5.06
Sedang

No
Jumlah
Kategori Pola Belajar
Kategori Nilai
1.
1
Sedang
Tinggi
2.
1
Rendah
Tinggi
3.
11
Rendah
Sedang
4.
4
Rendah
Rendah
5.
5
Sedang
Sedang
6.
12
Tinggi
Sedang
7.
2
Tinggi
Rendah
8.
4
Sedang
Rendah

  1. Pembahasan
Dari data penelitian di ketahui bahwa dari 40 siswa, 35% memilki intensitas pola belajar tinggi yaitu 14 siswa, 25% memiliki intensitas pola belajar sedang yaitu 10 siswa dan 40% memiliki intensitas pola belajar rendah yaitu 16 siswa.
Ternyata dari hasil tersebut diketahui bahwa siswa Kelas IXD yang memiliki intensitas pola belajar tinggi dan rendah cenderung intensitas nilainya sedang. Maka dari hasil tersebut membuktikan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara pola belajar terhadap nilai siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan.
Tidak berpengaruhnya pola belajar terhadap nilai kemungkinan disebabkan karena kemampuan belajarnya kurang dan kondisi mental yang kurang mendukung, sehingga kemungkinan hal inilah yang mempengaruhi nilai siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan.














BAB V
PENUTUP

  1. Simpulan
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat di simpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara pola belajar terhadap nilai siswa Kelas IXD SMP Negeri 2 Pejagoan. Hal ini di sebabkan karena kemampuan belajar siswa berbeda-beda, misalnya, minat, kondisi mental dan fisik.

  1. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, penulis memberikan saran sebagai berikut :
1.      Bagi siswa, sebaiknya terus berusaha meningkatkan nilai agar mencapai prestasi yang lebih baik.
2.      Bagi bapak/ibu guru, sebaiknya memberikan motivasi kepada siswa dan mengarahkan siswa dalam belajar.
3.      Bagi orang tua, sebaiknya turut mendampingi anak saat belajar dan memperhatikan setiap kegiatan yang di lakukan oleh anak.





DAFTAR PUSTAKA

Brata, surya.tt.Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Cara Belajar.
http://wiklopedia.com ( diunduh 11 Januari 2012 )
Gie, The Liang.tt.Pengertian Cara Belajar. http://wiklopedia.com ( diunduh 11
Januari 2012 )
Hamalik.tt.Cara Belajar. http://wiklopedia.com ( diunduh 11 Januari 2012 )
Pintner.tt.Contoh-contoh Pola Belajar. http://wiklopedia.com ( diunduh 16 Januari
2012 )
Slameto.tt.Pengaruh Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar. http://wiklopedia.com   
( diunduh 13 Januari 2012 )












Tidak ada komentar:

Posting Komentar