Kamis, 24 Mei 2012

Pembuatan Roket


PEMBUATAN ROKET


I.            TUJUAN
1.      Membuat alat teknologi sederhana.
2.      Melakukan percobaan untuk menunjukan bahwa air mempunyai tekanan
3.      menerapkan sifat air dan udara dalam kehidupan sehari-hari.

II.             LANDASAN TEORI
Roket air merupakan suatu permainan yang menggunakan prinsip tekanan udara. Jika dimampatkan pada tekanan tertentu udara mempunyai energi untuk mendorong sesuatu. Udara yang dimampatkan pada roket air akan mendorong air keluar, karena lubang untuk keluarnya air yang terdorong oleh udara kecil maka mempunyai kecepatan dan energi yang cukup besar. Hal ini sesuai dengan rumus debit air.
Air yang terdorong keluar akan mendorong udara bebas sehingga roket bisa meluncur. Komposisi air dan udara juga mempunyai perbandingan tertentu agar menghasilkan dorongan yang maksimal. Karena besarnya tekanan udara yang dimampatkan harus sesuai dengan air yang diisi, sehingga pada akhirnya udara yang dimampatkan cukup untuk mendorong air yang diisikan ke dalam badan roket.

III.             ALAT DAN BAHAN
a)                          Botol sprite sebanyak dua buah
b)                         Kaki kursi diameter 1,5 cm sebanyak satu buah
c)                          Dop sepeda motor satu buah
d)                         Stereofom secukupnya
e)                          Isolatip
f)                          Pisau
g)                         Pompa
h)                         Air secukupnya
      Cara Pembuatan
1)      Siapkan dua botol sprite yang utuh
Ø  Botol a dibiarkan tetap utuh (Gb. 1)
Ø  Botol b dipotong menjadi tiga bagian (Gb. 2)
2)      Botol b yang telah dipotong direkatkan dengan botol a (Gb. 3)
3)      Potonglah stereofom menjadi 4 bagian (Gb. 4) yang berfungsi sebagai penyangga
4)      Letakkan stereofom ke badan pesawat (Gb. 5) pandangan camping. Pandangan dari bawah (Gb. 6)
5)      Rakitlah dop ban dengan karet (Gb. 7)
6)      Penyempurnaan dengan memberi sambungan atar dengan stereofom yang diruncingkan (Gb. 8).
                                                                     Gb. 3
Gb. 1                            Gb. 2                                                              Gb. 5













Gb. 5                        Gb. 6                          Gb. 7                            Gb. 8

                                                              










IV.            CARA KERJA
1.      Langsung dipompa sampai terlepas dan terbang
2.      Diberi air ± 0,25 badan pesawat , kemudian dipompa sampai terlepas dan terbang
3.      Diberi air ± 0,30 badan pesawat , kemudian dipompa
4.      Diberi air ± 0,50 badan pesawat , kemudian dipompa
5.      Diberi air ± 0,60 badan pesawat , kemudian dipompa

V.            HASIL PENGAMATAN
No
Jumlah air dalam badan pesawat
Jarak tempuh pesawat
1.
Langsung dipompa
1,2 m
2.
0,25 badan pesawat langsung dipompa
6 m
3.
0,3 badan pesawat langsung dipompa
9 m
4.
0,5 badan pesawat langsung dipompa
7 m
5.
0,6 badan pesawat langsung dipompa
5 m

VI.             PEMBAHASAN
Ketika pesawat diisi air sedikit air, jarak tempuh pesawat lebih jaug dibandingkan dengan pesawat yang tidak diisi dengan air. Pesawat diisi dengan air sebanyak 0,3 dari badan pesawat mempunyai jarak tempuh yang paling jauh. Semakin pesawat diisi air lebih banyak maka jarak yang tempuh semakin dekat.

VII.             KESIMPULAN
Perbandingan volume air yang kita isikan dengan tekanan udara yang kita berikan menentukan tinggi rendahnya luncuran roket. Karena tekanan udara yang kita pompakan harus kita sesuaikan dengan volume air agar menghasilkan luncuran.yang maksimal. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan volume air 30% dari volume botol dengan tekanan yang cukup menghasilkan luncuran yang paling baik.


VIII.             KESAN DAN PESAN
1.      Kesan
Kesan yang dapat disampaikan dari kegiatan ini adalah :
a.       Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
b.      Melalui pembuatan roket sederhana ini dapat memberikan pengalaman yang dapat diterapkan di sekolah dasar
c.       Memberikan gambaran yang konkrit tentang
2.      Saran
a.       Alat dan bahan diganti dengan menggunakan alat dan bahan yang berbeda dari yang sudah dilaksanakan.
b.      Jangan memakai penyangga terbuat dari stirofom sehingga tidak cepat rusak

IX.             DAFTAR PUSTAKA
Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA SD Program S1 PGSD. FKIP. Kebumen


KEGIATAN 3

ALARM BANJIR

( Rabu,  )

I.            TUJUAN
1.      Mahasiswa  dapat membuat model alarm banjir dengan menerapkan konsep rangkaian listrik.
2.      Mahasiswa dapat membuat salah satu contoh teknologi sederhana.

II.            LANDASAN TEORI
Apabila dalam suatu konduktor terjadi perpindahan muatan listrik maka timbullah arus listrik. Bila suatu baterai atau generator dipasang pada rangkaian tertutup maka arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif baterai. Arus listrik dalam kawat logam sesungguhnya merupakan aliran elektron, dan arus diasumsikan terjadi dengan arah berlawanan dengan arah gerak elektron, yaitu dari

III.            ALAT DAN BAHAN
  1. Botol plastik
  2. 1 bola pingpong
  3. Lidi kira-kira 20 cm
  4. Papan alas 15 x 30 cm
  5. Seng
  6. Gunting seng
  7. Paku 10 cm
  8. Palu
  9. Bel listrik
  10. 4 buah baerai ( 1,5 V )
  11. Selotip
seng
 
 











Text Box: Skema alarm banjir

 

IV.            CARA KERJA :
  1. Buatlah penampang air dari wadah bening yang tingginya kira-kira 15 cm
  2. Pasang tiang penyangga, baterai dan dudukannya pada papan alas seperti pada gambar di atas. Baterai dipasang secara seri.
  3. Buatlah pelampung dengan cara menusukkan lidi yang telah diruncingkan pada bola pingpong.
  4. Letakkan botol plastik dan pelampung pada papan alas. Pasang poros pada penyangga.
  5. Rangkailah empat buah baterai secara seri, dan hubungkan kutub negatif dengan kabel pada ujung lidi pelampung.
  6. Hubungkan kutub positif dengan kabel pada bel listrik yang telah tersedia. Ujung kabel yang lain pada bel listrik dihubungkan dengan kabel pada ujung lidi pelampung.
  7. Isilah botol plastik dengan air sampai kabel pada ujung lidi pelampung menyentuh seng pada penyangga.
  8. Amati apa yang terjadi !

V.            HASIL PENGAMATAN :
            Pada saat botol diisi oleh air , maka akan mendorong pelampung naik dan menyentuh seng pada penyangga , kemudian secara otomatis bel akan berdering terus menerus yang menandakan adanya bahaya banjir yang akan  datang karena bertambahnya volume air.

VI.            PEMBAHASAN
Kabel pada lidi dan seng pada penyangga berfungsi sebagai saklar. Ketika wadah diisi air, pelampung mendorong kabel pada lidi sehingga menyentuh seng. Pada keadaan ini, rangkaian menjadi tertutup sehingga mengakibatkan bel berdering.
Pelampung dibuat dari bola pingpong agar terapung dalam air, sehingga mendorong tiang pelampung. Semakin panjang tiang pelampungnya semakin cepat bel berdering.

VII.                  KESIMPULAN
Arus listrik dapat mengalir pada rangkaian tertutup. Kabel pada lidi dan seng pada penyangga berfungsi sebagai saklar. Ketika wadah diisi air, pelampung mendorong kabel pada lidi sehingga menyentuh seng. Pada keadaan ini, rangkaian menjadi tertutup sehingga mengakibatkan bel berdering. Pelampung dibuat dari bola pingpong agar terapung dalam air, sehingga mendorong tiang pelampung. Semakin panjang tiang pelampungnya semakin cepat bel berdering.
Pembuatan alarm banjir ini sangat bermanfaat bagi masyarakat , karena akhir – akhir ini negeri kita dilanda bencana banjir. Kita harus segera mensosialisasikan temuan ini untuk membantu agar korban akibat dari bencana banjir berkurang , karena masyarakat dapat mendeteksi tanda – tanda banjir datang dengan cepat. Selain itu pembuatan alat yang sangat sederhana sehingga dapat dipraktekkan oleh masyarakat dari berbagai lapisan

VIII.            JAWABAN PERTANYAAN   

1.      Mengapa pelampung naik ketika botol plastik diisi air !

Jawab : Pelampung naik ketika botol plastik diisi air karena mendapat tekanan dari air  yang semakin bertambah

2.      Apakah fungsi pelampung pada alat ini ?

Jawab : fungsi pelampung pada alat alarm banjir adalah sebagai sebagai pendorong kabel pada lidi sehingga menyentuh seng

3.      Apa yang terjadi pada bel listrik ketika kabel pada ujung lidi menyentuh seng ?

Jawab : Ketika kabel pada ujung lidi menyentuh seng maka bel listrik akan berdering secara terus menerus yang menandakan peningkatan volume air yang berpotensi untuk terjadinya banjir

4.      Apa yang akan terjadi jika bola pingpong diganti dengan plastisin ?

Jawab :Jika bola pingpong diganti dengan plastisin , maka bel tidak akan berdering karena plastisin tidak terapung dalam air , sehingga tidak mampu mendorong tiang pelampung untuk menyentuh seng

5.Mengapa ketika ujung kabel pada lidi tidak menyentuh seng, bel tidak berdering ?

Jawab : Ketika ujung kabel pada lidi tidak menyentuh seng , bel tidak berdering karena ujung kabel pada lidi berfungsi sebagai saklar sehingga rangkaian tidak tertutup dan arus listrik tidak mengalir untuk membunyikan alarm

6.      Bagaimana caranya agar bel cepat berdering meskipun air dalam pelampung naik beberapa cm saja ?

Jawab : Agar bel cepat berdering meskipun air dalam penampung naik beberapa cm saja adalah dengan cara memanjangkan tiang pelampung ( lidi ). 

DSC00006
DSC00003
DSC00002

 












.  




Foto hasil praktek pembuatan alarm banjir
 
 

IX.            KESAN DAN PESAN
Kesan
1.      Pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih konkrit
2.      Mahasiswa memiliki Pengalaman membuat alarm banjir yang dapat dipraktekan di SD.
3.      Mahasiswa memiliki ketrampilam membuat teknologi sederhana yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Pesan
4.      Untuk kegiatan selanjutnya lebih variatif dicobakan dengan menggunakan system sensor.

X.            DAFTAR PUSTAKA
Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA SD Program S1 PGSD. FKIP. Kebumen


KEGIATAN 4
UJI KARBOHIDRAT , LEMAK , DAN PROTEIN
DALAM MAKANAN
(Rabu, )

I.             TUJUAN
Tujuan umum kegiatan uji coba zat makanan adalah dapat mengidentifikasi zat makanan yang terdapat di dalam berbagai bahan makanan yang telah ditentukan. Selanjutnya melakukan uji zat – zat makanan terhadap berbagai bahan makanan , secara rinci mahasiswa dapat melakukan hal – hal sebagai berikut :
1)      Mengidentifikasi bahan - bahan makanan yang mengandung karbohidrat
2)      Mengelompokkan bahan – bahan makanan yang dijadikan sumber karbohidrat
3)      Mengidentifikasi bahan – bahan makanan yang mengandung lemak
4)      Mengelompokkan bahan – bahan makanan yang dijadikan sumber lemak
5)      Mengidentifikasi bahan – bahan makanan yang mengandung protein
6)      Mengelompokkan bahan – bahan makanan yang dijadikan sumber protein

II.             LANDASAN TEORI
Agar tubuh sehat dan tumbuh secara normal , ada enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat , lemak , protein , vitamin , dan air. Keempat zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari berbagai bahan makanan. Suatu bahan makanan dapat mengandung satu atau lebih zat makanan. Tetapi bahan makanan akan mengandung zat makanan tertentu saja dalam jumlah yang banyak sehingga suatu bahan makanan merupakan sumber zat makanan tertentu. Kandungan zat dalam makanan dapat diidentifikasi suatu pengujian sederhana namun jumlah kandungan setiap zat makanan dalam bahan makanan hanya dapat diidentifikasi dengan cara yang kompleks.
Karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri atas unsur karbon , hidrogen , dan oksigen. Umumnya dimiliki oleh tumbuhan . Tepung atau amilum merupakan salah satu bentuk dari karbohidrat yang merupakan bagian utama dari bahan makanan : gandum , jagung , kentang , ubi , singkong , padi , dan lain – lain. Keberadaan amilum di dalam bahan makanan diuji dengan pemberian larutan yodium dalam KL. Larutan yodium menyebabkan amilum berubah warnanya menjadi biru tua. Jadi , bahan makanan yang mengandung amilum jika ditetesi oleh larutan yodium dalam KL akan berubah warnanya menjadi biru – ungu atau biru. Agar perubahan warna itu dapat diidentifikasi hendaknya mengusahakan untuk memilih bahan makanan yang berwarna putih. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam penggunaan larutan yodium adalah agar selalu ingat bahwa larutan yodium beracun dan jika terlalu pekat dapat membuat iritasi pada kulit.
Seperti juga karbohidrat , lemak merupakan senyawa yang terdiri atas unsur karbon , hidrogen dan oksigen dengan struktur yang berbeda dari karbohidrat. Lemak dapat dijumpai pada berbagai bahan makanan , seperti bahan makanan yang berasal dari hewan dan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Bahan makanan yang berasal dari hewan yang mengandung lemak adalah daging , jerohan , krim , susu , mentega dan sebagainya. Sedangkan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung lemak adalah minyak goreng , margarin , kacang tanah , kemiri dan lain – lain. Bahan makanan sumber lemak jika dipegang terasa licin dan jika ditempelkan pada kertas akan terlihat meninggalkan bekas minyak pada kertas tersebut. Apabila bekas air pada kertas akan hilang setelah beberapa saat karena air menguap sehingga kertas akan kering kembali , maka bekas minyak tidak akan hilang dari kertas karena minyak tidak menguap. Ciri – ciri ini dapat dijadikan pedoman untuk pengujian sederhana tentang ada tidaknya lemak dalam suatu bahan makanan.
Protein merupakan zat makanan penting untuk pertumbuhan , perkembangan , mengganti bagian yang rusak dan sebagainya. Protein terdapat dalam bahan makanan seperti susu , daging , kacang – kacangan , dan lain – lain. Perlu diketahui protein tidak dapat dibuat atau disimpan sebagai cadangan makanan dalam tubuh. Jadi harus dikonsumsi secara terarur. Secara sederhana , keberadaan protein dapat diuji dengan cara pembakaran bahan yang diuji atau dengan cara pemberian larutan tembaga sulfat. Perlu diingat bahwa larutan tembaga sulfat adalah racun , jadi hati – hatilah jangan sampai tertelan. Bahan makanan yang mengandung protein jika dibakar akan menghasilkan seperti bau bulu ayam yang terbakar. Bau tersebut menandakan bau protein yang terbakar. Dalam pemakaian larutan penguji tembaga sulfat , terhadap bahan makanan yang diuji sebelum diberi larutan air kapur dulu baru kemudian diberi larutan tembaga sulfat. Dengan pemberian air kapur dan larutan tembaga sulfat akan terbentuk adanya warna ungu. Semakin gelap warna ungu yang terjadi semakin tinggi kadar protein dalam bahan yang diuji tersebut.

III.             ALAT DAN BAHAN
1.      AlAT
a.      Uji Karbohidrat
²  Piring plastik 1 buah
²   Pipet 1 buah
b.      Uji Lemak
v  Piring plastik 1 buah
v  Pipet 2 buah
v  Kertas coklat sampul buku 12 lembar
v  Lampu / senter            1 buah
v  Lilin 1 buah
v  Korek api 1 dus
v  Sendok 1 buah
c.       Uji Protein
v  Piring plastik 1 buah
v  Pipet 2 buah
v  Lilin 1 buah
v  Alas gelas / piring kecil (menyimpan lilin  yang menyala) 1 buah
v  Cangkir plastik 1 buah
v  Jepitan jemuran 1 buah
v  Korek api 1 dus
v  Sendok makan 1 buah
2.      BAHAN
a.Uji Karbohidrat
²  Apel 1 iris kecil
²   Nasi 2 – 3 butir
²   Telur rebus (bagian putihnya) 1 iris kecil
²   Tahu putih 1 iris kecil
²   Margarin seujung sendok
²   Biskuit 1 potong kecil
²   Tepung terigu 1 sendok kecil
²   Gula pasir 1 sendok kecil
²   Kentang 1 iris kecil
²    Kalium Yodida 0 , 1 M  sebanyak 10 ml
b.      Uji Lemak
v  Kemiri 2 butir
v  Margarin 1 sendok kecil
v  Wortel 1 buah
v  Seledri 1 tangkai
v  Biji jagung kering 3 – 5 butir
v  Singkong kering 1 iris
v  Kacang tanah yang dikupas 3 – 5 butir
v  Pepaya  1 potong kecil
v  Santan             1 – 3 sendok
v  Minyak goreng  5 ml
v  Susu 1 – 3 sendok
v  Air 5 ml
c.       Uji Protein
Ä  Air kapur 10 ml
Ä  Gula pasir 1 sendok
Ä  Putih telur matang 1 iris kecil
Ä  Roti 1 iris kecil
Ä  Tempe 1 iris kecil
Ä  Daging ayam 1 iris kecil
Ä  Tepung terigu 1 sendok makan
Ä  Tembaga sulfat 2 sendok makan
Ä  Bulu ayam 1 helai
Ä  Seledri 1 batang
Ä  Kangkung 1 batang

IV.             CARA KERJA
1.    UJI KARBOHIDRAT
Cara Kerja
a.       Susun dan beri nama bahan – bahan makanan yang akan diuji di atas piring plastik seperti gambar berikut :
margarin
 

                                            
                apel                                            gula pasir
         biscuit                                              tepung
                                                  nasi
           pisang
                                                           tahu putih
        telur rebus
                                kentang


b.       Catat warna setiap bahan makanan sebelum ditetesi lugol
c.       Tetesi satu per satu bahan makanan dengan 2 – 3 tetes larutan yodium di dalam KL atau lugol. Perhatikan dan catat perubahan warna pada bagian makanan yang ditetesi larutan yodium.
d.      Catatlah bahan yang diuji manakah yang menunjukkan warna ungu atau biru  setelah ditetesi larutan yodium.
2.    UJI LEMAK
Cara Kerja
1)      Ambil dua buah kertas coklat sampul buku yang telah dipotong – potong dengan ukuran 10 X 10 cm
2)      Ambil pipet , isap air dengan pipet dan teteskan di atas salah satu kertas coklat
3)      Ambil pipet yang lain , isap minyak dengan pipet dan teteskan di atas kertas coklat yang lainnya.
4)      Biarkan kedua kertas tersebut selama ± 10 menit. Sesudah itu periksa keduanya. Amati dan catat keadaan permukaan kertas tersebut. Manakah kertas yang masih meninggalkan bekas ?
Catatan : Gunakan hasil ini sebagai pembanding untuk bahan yang mengandung minyak atau tidak.
Kertas yang masih meninggalkan bekas adalah yang ditetesi minyak.
5)      Ambillah kesepuluh kertas coklat yang telah disiapkan. Berilah nomor dan nama jenis bahan makanan yang diuji. Bahan makanan yang diuji : (1) kemiri , (2) margarin , (3) seledri , (4) wortel , (5) biji jagung kering , (6) singkong kering , (7) kacang tanah kering , (8) pepaya , (9) santan , (10) susu.
6)      Remukkanlah kemiri , usap – usap di atas kertas coklat kira – kira 10 kali dan bersihkan sisa kemiri. Biarkan sekitar 5 – 10 menit.
7)      Sambil menunggu waktu 10 menit , kerjakan hal serupa untk kesembilan bahan makanan lain. Cairkan margarin di atas sendok dengan menggunakan panas dari nyala  lilin. Teteskan margarin di atas kertas coklat. Biarkan sekitar 10 menit.
8)      Usapkan seledri di atas kertas coklat kira – kira 10 kali. Potonglah wortel dan usap – usapkan di atas kertas coklat berulang kali.Usap – usapkan biji jagung kering di atas kertas coklat berulang – ulang atau sebanyak 10 kali. Lakukan hal yang sama untuk singkong kering dan kacang tanah kering. Potong – potong pepaya dan usap – usapkan di atas kertas coklat sebanyak 10 kali. Teteskan air santan pada kertas coklat. Teteskan pula susu pada kertas coklat yang terakhir. Biarkan kesepuluh kertas coklat ini selama 10 menit.
9)      Setelah sepuluh menit , amati kertas coklat satu per satu Pergunakanlah lampu atau senter ke arah bekas usapan dari bahan – bahan makanan yang diuji.
3.    UJI PROTEIN
Cara Kerja :
1.      Uji melalui pembakaran
·            Nyalakan lilin , berdirikan di atas gelas ( piring kecil ). Jepitlah bulu ayam dengan penjepit jemuran atau tabung reaksi , kemudian bakarlah di atas nyala lilin. Amati dan jelaskan bau yang ditimbulkannya. Gunakanlah bulu ayam terbakar ini sebagai kontrol.
·            Jepitlah satu per satu bahan yang akan diuji , kemudian bakarlah di atas nyala lilin. Bahan yang diuji adalah seledri , kangkung , putih telur , roti , tempe , dan daging ayam. Amati bau yang ditimbulkannya.
·          Manakah yang baunya seperti bau bulu yang terbakar !
2.      Menggunakan Tembaga Sulfat
·         Larutkan dua sendok makan tembaga sulfat ke dalam 1 cangkir air
·         Aturlah bahan makanan yang akan diuji diatas piring plastik meliputi : gula pasir, putih telur, roti, tempe, daging ayam, dan tepung terigu.
·         Siapkan pipet sebanyak dua buah, satu untuk mengisap air kapur, dan satunya untuk mengisap tembaga sulfat. Jangan sampai tertukar.
·         Berikan dua tetes larutan kapur untuk setiap bahan makanan yang akan diuji. Pada daerah bekas air kapur berikan pula 2 tetes tembaga sulfat.

V.             HASIL PENGAMATAN
Hasil Kerja Uji Karbohidrat
NO
BAHAN MAKANAN
WARNA
Sebelum diberi                  yodium
Setelah diberi                  yodium
1
Pisang
kuning
Hitam
2
Apel
kuning kecoklatan
Coklat
3
Nasi
putih
Hitam
4
Telur rebus ( bagian putihnya )
putih
Kuning
5
Tahu putih
putih
Hitam
6
Margarin
kuning
Orannge
7
Biskuit
coklat
Hitam
8
Tepung terigu
putih
Hitam
9
Gula pasir
putih
Coklat
10
Kentang
kuning
Hitam

Hasil Kerja Uji Lemak
NOMOR                       KERTAS
BAHAN YANG DIUJI
MENINGGALKAN BEKAS                                          NODA MINYAK
YA
TIDAK
1
Kemiri

2
Margarin

3
Seledri

4
Wortel

5
Biji jagung kering

6
Singkong kering

7
Kacang tanah kering

8
Pepaya

9
Santan atau kelapa

10
Susu


Hasil Karya Uji Protein Melalui Pembakaran
NO
BAHAN YANG DIUJI
WAKTU DIBAKAR BERBAU
SEPERTI BULU AYAM                                                         TERBAKAR
AROMA                                         LAIN
1
Seledri

2
Kangkung

3
Putih telur

4
Roti

5
Tempe

6
Daging ayam


Hasil Kerja Uji Protein Menggunakan Tembaga Sulfat
NO
BAHAN MAKANAN
WARNA YANG DITETESI AIR KAPUS DAN TEMBAGA SULFAT
SEBELUM
SETELAH
1.
Gula pasir
Putih
Biru muda
2.
Putih telur
Putih
Biru muda
3.
Roti
Putih
Biru muda
4.
Tempe
Putih
Biru muda
5.
Daging ayam
Kemarahan
Biru muda
6.
Tepung terigu
Putih
Biru muda

VI.             PEMBAHASAN
Dalam uji karbohidrat dengan ditetesi menggunakan yodium, bahan-bahan makanan setelah ditetesi dengan yodium berubah warna menjadi hitam. Bahan-bahan makan yang mengandung karbohidrat dalam percobaan yaitu: pisang, nasi, tahu putih, biskuit, tepung terigu, dan kentang. Sedangkan bahan lain seperti apel, putih telur rebus, margarin, gula pasir, setelah ditetesi dengan yodium menjadi berwarna coklat karena tidak mengandung karbohidrat.
Percobaan uji lemak menggunakan kertas. Bahan-bahan dioleskan pada kertas kemudian diamati. Bahan-bahan seperti kemiri, margarin, kacang tanah kering, santan dan susu setelah dioleskan pada kertas meninggalkan noda yang transparan pada kertas, ini membuktikan bahwa bahan-bahan tersebut mengandung lemak. Seledri, wortel, biji jagung kering, singkong kering, pepaya setelah dioleskan pada kertas tidak meninggalkan noda.
Uji protein melalui pembakaran yaitu dengan membakar bahan-bahan. Jika bahan-bahan setelah dibakar menghasilkan bau yang seperti bulu ayam dibakar maka bahan tersebut mengandung protein. Bahan makanan yang mengeluarkan bau seperti bau bulu ayam jika dibakar yaitu: putih telur, roti, tempe, dan daging ayam.
Uji protein yang kedua yaitu dengan menggunakan air kapur dan tembaga sulfat. Jika ditetesi dengan air kapur dan tembaga sulfat maka bahan makanan tersebut akan berubah warna. Bahan makanan yang mengandung protein adalah gula pasir, putih telur, roti, tempe, daging ayam, dan tepung terigu.

VII.             KESIMPULAN
Suatu bahan makanan mengandung karbohidrat jika ditetesi larutan yodium berubah warna menjadi hitam atau biru atau ungu. Setelah dilakukan pengujian , maka bahan makanan yang mengandung amilum/karbohidrat diantaranya: pisang, nasi , tahu putih, biskuit , tepung terigu , dan kentang.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa suatu bahan makanan dapat diuji kandungan lemaknya dengan mengoleskannya pada kertas coklat. Jika setelah beberapa menit bahan makanan meninggalkan bekas pada kertas, maka dapat dipastikan bahan makanan tersebut mengandung lemak. Adapun contoh bahan makanan yang mengandung lemak adalah kemiri , margarin , kacang tanah kering , santan, dan susu. 
44
 
Bahan makanan yang mengeluarkan bau seperti bulu ayam yang terbakar pada saat melakukan proses pembakaran , maka bahan makanan tersebut mengandung protein. Jika dilakukan dengan menetesi menggunakan air kapur dan sulfat maka bahan makanan akan berubah warna. Contoh bahan makanan yang mengandung protein adalah putih telur , tempe , dan daging ayam.

VIII.             JAWABAN PERTANYAAN

1.      Jelaskan apa yang dimaksud makanan bergizi?
Jawab: makanan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air/mineral.
2.      Sebutkan 5 jenis bahan makanan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat!
Jawab: gandum, nasi, kentang, roti, coklat
3.      Sebutkan 5 jenis bahan makanan yang dapat dijadikan sumber lemak!
Jawab: minyak kelapa, kacang tanah, margarin, susu, keju.
4.      Sebutkan 5 jenis bahan makanan yang dapat dijadikan sumber protein!
Jawab: daging, hati, ayam, tempe, tahu.

5.      Apa ciri-ciri dari sumber bahan makanan yang mengandung lemak?
Jawab: bahan makanan mengandung lemak apabila dipegang terasa licin, dan jika ditempelkan pada kertas akan terlihat meninggalkan bekas minyak pada kertas.

IX.             KESAN DAN PESAN
      a. Kesan
                     Melalui Kegiatan ini mahasiswa memiliki pengalaman dalam menentukan makanan yang sehat yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, serta memiliki pengetahuan untuk membelajarkan tentang uji makanan di SD.
b.        Pesan
         Untuk kegiatan yang selanjutnya dapat menggunakan bahan-bahan yang berbeda dan lebih variatif.

X.             DAFTAR PUSTAKA
Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA SD Program S1 PGSD. FKIP. Kebumen
                                   
KEGIATAN 5
FERMENTASI
(RABU, 2009)

I.                   TUJUAN
1.      Mengenal produk fermentasi
2.      Dapat membuat bahan makanan dari pemanfaatan proses fermentasi

II.                LANDASAN TEORI
Fermentasi merupakan proses peruraian  senyawa kimia kompleks menjadi senyawa lebih sederhana oleh aktivitas enzimatis jasad renik dalam kondisi anaerob. Sebenarnya proses fermentasi merupakan peruraian gula (karbohidrat) dengan hasil alcohol dan karbondioksida. Berdasarkan ada tidaknya alcohol dalam produk, feremntasi dibedakan menjadi dua yaitu, fermentasi alkohol dan fermentasi non alkohol.
Peroses fermentasi membawa dampak pengawetan bahan pangan di samping peningkatan mutunya. Makanan fermentasi umumnya lebih tahan simpan. Mutu pangan fermentasi lebih unggul dalam artian kompososonya lebih sederhana sehingga mudah dicerna, disamping senyawa baru yang ikut menentukan flavour pangan.  

III.             ALAT DAN BAHAN
1.      Pembuatan tape ketan
·                     Beras ketan
·                     Ragi tape
·                     Peralatam memasak
2.      Pembuatan tempe
Ø    Kacang kedelai
Ø    Ragi tempe
Ø    Peralatam memasak.
IV.             CARA KERJA
1. Pembuatan Tape Ketan
Ø  Siapkan semua peralatan yang digunakan dalam pembuatan tape dalam keadaan bersih dan kering
Ø  Ketan direndam selama semalam
Ø  Rendaman ketan dikukus
Ø  Ketan yang telah masak dibiarkan dingin
Ø  Ketan yang telah dingin ditaburi ragi tape
Ø  Tutuplah dengan kain yang bersih
Ø  Difermentasi selama 3 hari di tempat yang teduh, tidak lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung, selama proses fermentasi berlangsung tutup yang dipakai untuk membungkus tape tidak boleh sering dibuka.

2. Pembuatan Tempe
Ø  Siapkan semua peralatan yang digunakan dalam pembuatan tape dalam keadaan bersih dan kering
Ø  Kacang kedelai direndam selama semalam agar mengembang sempurna
Ø  Kedelai direbus, kemudian kilit arinya dikupas, dicuci sampai bersih
Ø  Kedelai yang bersih masak dibiarkan dingin
Ø  Kedelai yang telah dingin ditaburi ragi tempe
Ø  Tutuplah dengan kain yang bersih
Ø  Difermentasi selama 3 hari di tempat yang teduh, tidak lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung, selama proses fermentasi berlangsung tutup yang dipakai untuk membungkus tempe tidak boleh sering dibuka.




V.                HASIL PERCOBAAN
Tabel Pengamatan pembuatan tape
Hari ke-
Suhu
Bau
Keterangan
Hari ke-1



Hari ke-2



Hari ke-3




Tabel Pengamatan pembuatan tempe
Hari ke-
Suhu
Bau
Keterangan
Hari ke-1



Hari ke-2



Hari ke-3





VI.             PEMBAHASAN
Proses fermentasi yang terjadi pada pembuatan tempe dan tape merupakan fermentasi non alkohol karena tidak menghasilkan alkohol.
Pada fermentasi tempe dengan bantuan

VII.          KESIMPULAN

VIII.       JAWABAN PERTANYAAN

IX.             KESAN DAN PESAN
a.  Kesan
b. Pesan

X.          DAFTAR PUSTAKA
Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA SD Program S1 PGSD. FKIP. Kebumen
                                   

KEGIATAN 6
AMANKAH MAKANANKU ?
( Rabu, )

I.             TUJUAN
1.      Menguji kandungan boraks di dalam bahan makanan
2.      Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki

II.             LANDASAN TEORI
Zat aditif adalah zat tambahan yang diberikan pada makanan dengan tujuan sebagai berikut:
a.    Memberikan daya tarik pada penampilan makanan.
b.    Memberikan baud an rasa yang sedap.
c.    Lebih awet bila disimpan lama.
d.    Untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai gizi.
e. Memperkuat bahan makanan sehingga pada saat pengolahan tidak hancur.

Zat aditif dapat bersifat menguntungkan dan juga bersifat merugikan apabila pemakainnya tidak sesuai dosis atau tujuannya. Zat aditif berfungsi sebagai berikut yaitu:
1.         Pewarna
2.         Penyedap
3.         Pemanis
4.         Pengharum
5.         Pengawet
6.         Penambah nilai gizi
7.         Pengatur keasaman

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih, menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih, kenyal, serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso, mie dan kerupuk. Saat ini di pasar-pasar tradisional boraks sering dikenal dengan nama “bleng”.

Boraks bukanlah bahan makanan melainkan bahan pengawet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan dapat menyebabkan keracunan, bahkan pemakaian yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual, kepala pusing terkadang demam dan timbul bintik merah pada kulit.

III.             ALAT DAN BAHAN
Ø   Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks (seperti mie kuning, mie putih, bakso, krupuk puli)
Ø   Kunyit
Ø   Boraks
Ø   Pisau
Ø   Air
Ø   Piring
Ø   Kain putih/kain kaos
Ø   Pipet tetes
Ø   Alat penumbuk/parut

IV.             CARA KERJA
1.      Kupaslah kunyit, tumbuk atau parut kunyit sampai halus dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit
2.      Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks ke dalam satu sendok the air
3.      Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan berwarna merah kecoklatan. Larutan berwarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan borak dalam bahan makanan
4.      Tumbuklah contoh makanan yang akan diuji hingga alus, dan letakkan di atas piring. Usahakan masing-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain
5.      Dengan menggunakan pipet, teteskanlah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.
6.      Catatan : Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.
7.      Catat hasil pengujianmu pada tabel !

V.            HASIL KERJA
Tabel : Uji kandungan boraks dalam makanan
No
Jenis Bahan
Kandungan boraks
+
-
1.
Mie kuning
ü

2.
Mie putih

ü
3.
Bakso

ü
4.
Krupuk puli

ü


VI.            PEMBAHASAN
      Bahan makanan yang sehat adalah bahan makanan yang tidak mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh. Seperti boraks atau formalin. Bahan makanan yang mengandung boraks dapat diketahui dengan cara ditetesi air kunyit. Air kunyit mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks atau tidak dalam di dalam makanan. Pada kondisi asam, kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna merah kecoklatan, sehingga air kinyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Dan booraks bersifat basa, sehingga bila dicampur dengan air kunyit warnanya akan berubah menjadi merah kecoklatan dab membentuk senyawa baru yang disebut dengan borokurkumin. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa makanan yang banyak mengandung boraks adalah mie kuning.
VII.             KESIMPULAN

Ø  Boraks adalah salah satu jenis zat aditif yang jika salah dalam penggunaan dan pemanfaatannya akan membahayakan bagi kesehatan.
Ø  Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan terbukti bahwa boraks banyak terdapat dalam mie kuning dan bakso.
Ø  Untuk menjaga kesehatan tubuh kita, maka perlu kita seleksi dalam memilih bahan makanan. Usahakanlah jangan yang mengandung boraks karena akan mengganggu kesehatan kita.

VIII.             JAWABAN PERTANYAAN
1.       Pertanyaan
  1. Bahan makanan manakah yang mengandung boraks?
Jawab :Bahan makanan dalam kegiatan ini yang mengandung boraks adalah bakso dan mie kuning.
  1. Bahan makanan manakah yang tidak mengandung boraks?
Jawab Bahan makanan dalam kegiatan ini yang tidak mengandung boraks adalah mie putih dan kerupuk puli.
  1. Umumnya boraks digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Menurutmu apakah ada cara lain untuk mengawetkan bahan makanan?
Jawab Ya ada cara lain untuk mengawetkan makanan yaitu dengan cara bahan makanan dijemur, diasinkan, diasapi dan diberi gula (dibuat manisan).
  1. Boraks berbahaya bagi tubuh. Bahan makanan manakah yang sebaiknya tidak dimakan?
Jawab Menurut kegiatan ini bahan makanan yang sebaiknya tidak dimakan atau perlu dihindari adalah mie kuning dan bakso.

IX.             KESAN DAN PESAN
1.      Kesan
a.       Pembelajaran menjadi lebih menarik
b.      Menambah pengetahuan tentang memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi.
c.       Menambah ketrampilan yang dapat diterapkan di SD.
2.      Pesan
a.       Penggunaan Indikator yang berbeda akan lebih menarik.
b.      Dan dengan bahan makanan yang dicoba yang sering di konsumsi anak (jajanan).

X.             DAFTAR PUSTAKA
Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA SD Program S1 PGSD. FKIP. Kebumen

KEGIATAN 7

RESPIRASI

( )


I.             TUJUAN
Setelah melakukan praktikum ini diharapkan dapat:
1.       Mendomenstrasikan proses pernafasan pada manusia
2.       Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kecepatan pernafasan

II.             LANDASAN TEORI
Fungsi utama pernafasan pada manusia dan hewan pada umumnya adalah untuk mengambil oksigen dari luar tubuh dan mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh. Apabila otot diantara tulang rusuk berinteraksi, maka tulang-tulang rusuk akan terangkat dan membesar disertai dengan kontraksinya otot diafragma dan meningkatkan volume rongga dada sehingga memungkinkan jaringan paru-paru mengembang. Ketika paru-paru mengembang, tekanan udara didalam paru-paru menurun. Apabila otot diantara tulang rusuk di diafragma dalam keadaan relax volume rongga dada menurun. dengan demikian pergerakan pernapasan memasukan oksigen kedalam paru-paru dan mengeluarkan karbondioksida.
Laju pernapasan berbeda-beda sesuai dengan usia menurut Hurkar Van Mathur (1976). Laju pernapasan orang dewasa kira-kira 15 - 20 kali permenit. Selain itu laju pernapasan dapat di pengaruh beberapa faktor yaitu:
a.       Suhu tubuh
Kecepatan pernapasan akan meningkat apabila suhu tubuh maningkat
b.      Kadar oksigen
Bila kadar oksigen dilingkungan rendah laju pernapasan akan meningkat
sebagai contoh jika seseorang pergi kepegunungan dimana kadar oksigen rendah
c.       Kadar CO2 dalam darah
Meningkatnya kadar CO2 ddalam darah dapat meningkatka laju pernapasan. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang sedang melakukan olahraga.

 












Gambar alat pernapasan manusi.

STRUKUTUR SISTEM RESPIRASI
Sistem respirasi terdiri dari:
1.   Saluran nafas bagian atas
Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung dan
dilembabkan
2.   Saluran nafas bagian bawah
Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli
3.   Alveoli
terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2
4.   Sirkulasi paru
Pembuluh darah arteri menuju paru, sedangkan pembuluh darah vena
meninggalkan paru.
5.   Paru-paru
terdiri dari :
a. Saluran nafas bagian bawah
b. Alveoli
c. Sirkulasi paru
6.   Rongga Pleura
Terbentuk dari dua selaput serosa, yang meluputi dinding dalam rongga
dada yang disebut pleura parietalis, dan yang meliputi paru atau pleura
veseralis
7.   Rongga dan dinding dada
Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam
proses respirasi


Saluran Nafas Bagian Atas
a.   Rongga hidung
Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal :
- Dihangatkan
- Disaring
- Dan dilembabkan
Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari :
Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel
partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu
hidung, sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang
masuk, pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara). Ketiga hal
tersebut dibantu dengan concha. Kemudian udara akan diteruskan ke
b.   Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius)
c.   Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring,terdapat pangkal lidah)
d.   Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan)

Alat Pernapasan Bawah
a.   Laring
Terdiri dari tiga struktur yang penting
- Tulang rawan krikoid
- Selaput/pita suara
- Epilotis
- Glotis
b.   Trakhea
Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm, berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus.
c.   Bronkhi
Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Tempat percabangan ini disebut carina. Brochus kanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengan trachea. Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior, medius inferior. Brochus kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior
  1. Alveoli



Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial.
Membran alveolar :
- Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli
- Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan
surfactant.
- Anastomosing capillary, merupakan system vena dan arteri yang saling
berhubungan langsung, ini terdiri dari : sel endotel, aliran darah dalam
rongga endotel
- Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel
kapiler, epitel alveoli, saluran limfe, jaringan kolagen dan sedikit serum.
Aliran pertukaran gas
Proses pertukaran gas berlangsung sebagai berikut: alveoli epitel alveoli « membrane dasar « endotel kapiler « plasma « eitrosit.
Membran « sitoplasma eritrosit « molekul hemoglobin


III.                         ALAT DAN BAHAN
a)      Percobaan merakit model sistem pernapasan
Ø  Gelas plastik: besar bening diameter + 10cm
Ø  Selang plastik diameter1,7mm
Ø  Balon
Ø  Karet gelang
Ø  Plastisin
Ø  Gunting

b)      Faktor yang mempengaruhi kecepatan pernapasan

IV.                  CARA KERJA

a.       Percobaan merakit model sistem pernapasan
1)      Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan
2)      Potong selang platik menjadi dua dengan panjang 15cm dan 5cm
3)      Tiuplah balon berulang kali segingga balon mrjadi lembek atau lemas
4)      Ikatkan balon yang telah di tiup berulang kali tersebut pada kedua ujung selang plastik yang sudah di potong tadi dengan menggunakan karet gelang. Ikatlah kuat-kuat sehingga balon tidak mungkin lepas
5)      Lubangilah alas gelas plastik sesuai dengan besarnya selang plastik
6)      Masukkan ujung selang plastik yang tidak ada balonnya kedalam lubang plastik sehingga posisi balon ada di tengah-tengah gelas plastik. Usahakan tidak ada ruang yang memungkinkan udara masuk lewat lubang pada gelas plastik beri flastisin disekitar lubag dan selang.
7)      Tutuplah gelas-gelas plastik dengan balon yang ditertangkan dan ikatlah secara rapi dengan menggunakan karet gelang
8)      Tariklah selang plastik dan amati apa yang terjadi dengan kedua balon yang berada didalam gelas
9)      Doronglan plastik dan amati apa yang terjadi


 







b.       Percobaa. Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Pernapasan
Ø  Lakukan kegiatan ini dengan kedua orang teman anda. Satu sebagai pengamat satu sebagai pencatat waktu, dan satu orang lain yang melakukan kegiatan
Ø  Hitunglah kecepatan dengan menghitung jumlah gerakan nafasnya sedang dalam keadaan istirahat selama satu menit, dua menit dan tiga menit
Ø  Berlari-lari ditempat selama satu menit, kemudian hitung kecepatan pernafasanya selama satu menit jangan lupa untuk di catat
Ø  Beristirahatlah sampai berpanas normal akembali
Ø  Lakukanlah lari-lari di tempat selama dua menit, kemudian hitung kecepatan pernafasanya selama satu menit
Ø  Ulangi nomer 4 diatas dan kemudian ulangi nomer 5 dengan waktu lari-lari di tempat selama tiga menit
Ø  Mencatat hasil pengamatan pada tabel

V.                  HASIL KERJA

a.      Hasil Pengamatan Sistem Pernapasan Manusia

No
Perlakuan terhadap balon penutup
Kondisi balon
Mengembang
Mengempis
1.
Ditarik
ü

2.
Ditekan

ü

b.      Hasil Pengamatan Kecapatan Pernapasan

No
Kegiatan
Waktu
1 menit
2 menit
3 menit
1.
Istirahat
18 kali
35 kali
50 kali
2.
Lari-lari di tempat
24 kali
50 kali
76 kali

 

VI.                PEMBAHASAN

Ketika kita menarik  balon penutup , maka balon dalam gelas plastik akan membesar dan udara dari luar akan masuk ke dalam lewat selang. Sedangkan jika kita menekan balon penutup , maka balon dalam gelas akan mengempes dan udara keluar melewati selang.
Pada model terdapat beberapa bagian yang sama kedudukan dan fungsinya dengan alat pernafasan kita.
·         Balon dalam gelas kita umpamakan dengan paru – paru
·         Gelas plastik sebagai rongg dada
·         Balon penutu sebagai diafragma
Pada keadaan normal atau tidak melakukan aktivitas yang berat paru-paru bekerja secara normal, tetapi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat seperti berlari, proses pernapasan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan keadaan normal. Hal ini menunjukan bahwa cepat lambatnya  atau laju pernapasan manusia juga dipengaruhi oleh keadaan fisik manusia

VII.            KESIMPULAN

PERCOBAAN 1
1.Ketika balon penutup tidak ditarik, keadaan balon mengempis, hal ini menandakan bahwa ada udara yang masuk ke diafragma
2.  Ketika balon penutup ditarik, keadaan balon mengembang, hal ini menandakan bahwa terdapat udara yang masuk ke diafragma.
PERCOBAAN 2
Semakin banyak aktivitas seseorang, maka laju pernapasan orang tersebut semakin cepat.



VIII.                  KESAN DAN PESAN


1.      Kesan
a.       Pembelajaran menjadi lebih menarik dan lebih konkrit
b.      Menambah ketrampilan untuk diterapkan di SD tentang sistem pernapasan manusia
2.      Pesan
                              a.   Kegiatan ditambah dengan kegiatan mendeteksi kelainan dalam pernapasan



IX.                  DAFTAR PUSTAKA

Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA SD Program S1 PGSD. FKIP. Kebumen

ANNISA SYABATINI . 2008 Sistem Respirasi Pada manusia. Diakses dari http://organisasi.org/proses-sistem-pernapasan-respirasi-pada-manusia-orang-belajar-biologi-online pada tanggal 25 Desember 2009



PERCOBAAN 8
FOTOSINTESIS (INGENHOUSZ)
(Rabu, 16 Desember 2009)

I.               TUJUAN
Dengan melakukan percobaan ini anda diharapkan dapat mengembangkanketrampilan dalam mengamati, menafsirkan hasil pengamatan, merencanakan dan melakukan pecobaan, meramalkan, membuat kesimpulan, serta mengkomunikasikan pemahaman tentang fotosintesis. Selain itu juga diharapkan anda dapat menjelaskan secara rinci hasil percobaan Ingenhousz. Setelah praktikum ini  diharapkan dapat :
1.      Membuktikan bahwa dari proses fotosintesis dihasilkan oksigen
2.      membuktikan bahwa sinar matahari dibutuhkan dalam proses fotosintesis
3.      Menuliskan persamaan reaksi kimia proses fotosintesisi
4.      Menuliskan persamaan reasksi kimia pada proses fotosintesis dan menyimpulkan hasil percobaan Imgemhousz.

II.            LANDASAN TEORI
Tumbuhan yang berklorofil merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri dengan mengubah senyawa sederhana (karbondioksida dan air) menjadi senyawa kompleks amilum yang dibutuhkan oleh makhluk hidup lain. Ada empat unsur utama yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis yaitu klorofil yang umumnya terdapat di dalam tumbuhan yang berwarna hijau, karbondioksida (CO2) yang diperoleh tumbuhan dan lingkungannya melalui stomata, air (H2O) yang diserap tumbuhan melalui akar atau seluruh tubuhnya bagi tumbuhan air dan cahaya matahari. Secara singkat reaksi kimia proses fotosintesis dapat ditulis sebagai berikut:
                            cahaya
6 CO2 + 6H2O                      C6H12O6 + 6O2
                            Klorofil

III.         ALAT DAN BAHAN
1.  Alat
·      Plastik
·      Ember
·      Tali
·      Jarum suntik
·      Korek api

2. Bahan
·      Hidrilla
·      Air


IV.         CARA KERJA
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Masukkan tumbuhan air (hidrilla) dan air ke dalam kantong plastik. Usahakan ikat sekencang mungkin sehinggga tidak terdapat rongga udara lagi.
3.      Letakkan sedemikian rupa sehingga salah satu ujung kantong plastik terdapat di bagian atas. Simpan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari.
4.      Buat satu set percobaan lagi dan letakkan di tempat yang tidak terkena cahaya.
5.      Amati apa yang terjadi.



V.           HASIL PERCOBAAN
Dari hasil percobaan dapat diketahui melalui tabel berikut ini :

Tabel Hasil Pengamatan
Kondisi
Jumlah gelembung udara
Volume air dalam plastik
Gas yang terbentuk
Terkena cahaya matahari
banyak
berkurang
O2
Tidak terkena cahaya matahari
sedikit
tetap
-


VI.       PEMBAHASAN
                       

VII.    KESIMPULAN
Dalam fotosintesis dibutuhkan CO2, H2O, dan cahaya matahari untuk menghasilkan O2.

VIII. JAWABAN PERTANYAAN
Tusukan jarum suntik ke dalam kantong plastik dan sedot gas yang ada. Siapkan bara korek api, kemudian semprotkan udara yang ada di dalam jarum suntik, amati apa yang terjadi.

1.   Bagaimana keadaan bara api setelah disemprotkan gas yang ada dalam jarum suntik?
Bara korek api tetap menyala. Ketika gas keluar dan mengenai bara korek api, api membesar.
2.   Mengapa demikian?
      Karena gas yang keluar dari dalam adalah O2

IX.        KESAN DAN PESAN

X.           DAFTAR PUSTAKA

KEGIATAN 9

PERCOBAAN SACHS

(Rabu, 16 Desember 2009)

I.            TUJUAN
Membuktikan proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat dan memerlukan cahaya.

II.            LANDASAN TEORI


III.            ALAT DAN BAHAN

1.  daun hijau
2.         tungku
3.         spritus
4.         kaki tiga
5.         tabung reaksi besar
6.         tabung reaksi kecil
7.         alkohol
8.         air
9.         larutan ligol
10.     kertas perak
11.     pipet

IV.             CARA KERJA
1.      Tutup sebagian daun hijau dengan menggunakan kertas perak.
2.      Setelah beberapa jam di bawah cahaya matahari, kertas dibuka. Amati hasilnya!
3.      Daun direbus dalam air mendidih  30 menit. Amati hasilnya!
4.      Daun yang telah direbus dimasukkan ke dalam tabung yang berisi alkohol, kemudian rendam dalam air panas. Amati hasilnya!
5.      Cuci daun dengan air panas kemudian tiriskan.
6.      Tetesi seluruh permukaan daun dengan larutan lugol. Amati apa yang terjadi!
V.                HASIL PERCOBAAN
Tabel hasil pengamatan 1
Daun hijau
Warna
Sebelum ditutup kertas perak
Hijau
Sesudah ditutup kertas perak
·         Bagian yang ditutup
·         Bagian yang tidak ditutup

Hijau pucat
Hijau

Tabel hasil pangamata 2
Keadaan
Warna
Air setelah mendidih
Jernih
Daun setelah direbus
·         Bagian yang ditutup
·         Bagian yang tidak ditutup

Coklat kekuningan
Hijau kekuningan

Tabel hasil pengamatan 3
Keadaan
Warna
Alkohol setelah direbus
Hijau kekuningan
Daun setelah direndam
·         Bagian yang ditutup
·         Bagian yang tidak ditutup

Kuning
Hijau agak transparan

Tabel hasil pengamatan 4
Keadaan
Warna
Daun setelah ditetesi lugol
·         Bagian yang tertutup
·         Bagian yang tidak tertutup

Kuning
Hijau kehitaman

VI.       PEMBAHASAN
VII.    KESIMPULAN
Proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari dan klorofil untuk menghasilkan amilum dan oksigen
VIII. JAWABAN PERTANYAAN
1.      Mengapa bagian daun yang ditutup kertas perak setelah didiamkan beberapa jam dibaeah cahaya matahari warnanya berubah?
Kerena daun yang tertutup kertas perak tidak terkena sinar matahari
2.      Mengapa bagian daun yang tidak ditutup kertas perak setelah ditetesi lugol warnanya berubah?
Karena daunnya mengandung amilum
IX.       KESAN DAN PESAN
Dalam langkah kegiatan bahan yang digunakan untuk pembakaran adalah spritus tetapi pelaksanaannya menggunakan minyak tanah sehingga meninbulkan asap hitam dan membuat tabung reksi menjadi tertutup asam menjadi hitam membuat pengamatan jadi terganggu.
X.          DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar